Pemerintah harus memanfaatkan platform digital secara masif untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana protokol berinteraksi dengan hewan dan menjaga kebersihan pangan agar tidak terkontaminasi
Jakarta (KABARIN) - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendorong pemerintah lebih serius memanfaatkan ruang digital untuk mengedukasi masyarakat soal pencegahan penyakit zoonosis. Salah satu yang disoroti adalah potensi penularan virus Nipah yang berasal dari hewan ke manusia.
Menurut Neng Eem, tantangan kesehatan ke depan tidak lagi sebatas penularan antarmanusia. Karena itu, kampanye protokol kesehatan perlu diperluas dengan fokus pada cara aman berinteraksi dengan hewan dan menjaga kebersihan makanan.
"Tantangan kesehatan ke depan banyak bersumber dari zoonosis (penularan dari hewan ke manusia), seperti virus Nipah. Pemerintah harus memanfaatkan platform digital secara masif untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana protokol berinteraksi dengan hewan dan menjaga kebersihan pangan agar tidak terkontaminasi," ujarnya di Jakarta, Senin.
Legislator dari Jawa Barat itu menilai konten edukasi sebaiknya dikemas secara kreatif dan mudah dipahami. Ia mencontohkan informasi praktis seperti cara mencuci buah yang benar hingga imbauan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh hewan liar.
Ia berharap kampanye berbasis media sosial bisa menjangkau masyarakat luas, termasuk di daerah terpencil, lewat berbagai kanal komunikasi publik yang ada.
Neng Eem juga menekankan bahwa konsep protokol kesehatan perlu menyesuaikan perkembangan zaman. Menjaga kebersihan makanan dinilai menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan saat ini.
"Protokol kesehatan harus berevolusi. Masyarakat perlu tahu bahwa menjaga kebersihan makanan, seperti mencuci buah yang mungkin terpapar air liur kelelawar adalah bagian dari pertahanan kesehatan nasional kita saat ini," katanya.
Dalam menyusun kampanye tersebut, ia mendorong adanya kerja sama antara ahli kesehatan manusia dan kesehatan hewan. Kolaborasi ini dinilai penting agar pesan yang disampaikan tetap berbasis sains namun tetap ringan dan mudah dipahami.
“Kita harus proaktif. Kampanye digital yang cerdas dan tepat sasaran akan membangun kewaspadaan publik tanpa memicu kepanikan. Tujuannya adalah membangun kemandirian masyarakat dalam menerapkan prokes secara sadar sebagai gaya hidup baru,” kata Neng Eem.
Lewat penguatan literasi digital, ia berharap pencegahan penyakit zoonosis bisa dimulai dari lingkup rumah tangga. Upaya ini juga dinilai sejalan dengan langkah pemerintah dalam memperketat skrining kesehatan di pintu masuk negara.
“Literasi masyarakat mengenai risiko penyakit zoonosis masih perlu ditingkatkan agar protokol kesehatan tidak hanya dipandang sebagai pencegahan antar-manusia, tetapi juga interaksi dengan lingkungan dan hewan,” ujarnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026